Kisah Asep, Jadi Fisioterapis Hingga Dikenal Atlet dan Artis Top

16 January 2026 · 3 min read

Bagi sebagian orang, nama Asep Azis mungkin terdengar asing. Namun pria kelahiran Kota Banjar, Jawa Barat, 33 tahun silam, ternyata sudah terkenal di kalangan atlet profesional dan sejumlah artis.

Sebagai Sport Physiotherapist, Asep pernah menangani sejumlah atlet profesional, termasuk Evan Dimas, Andik Vermansyah, Otavio Dutra, petenis Christopher Rungkat, hingga pembalap Formula 2 Sean Gelael.

Tak hanya atlet, sejumlah selebritas seperti Dian Sastrowardoyo, Luna Maya, Bunga Citra Lestari, dan Ariel Noah juga pernah merasakan layanan physiotherapy darinya.

Asep memulai kiprahnya dengan mengambil kuliah fisioterapi di Universitas Esa Unggul Jakarta pada periode 2004–2008. Setelah lulus, ia langsung mempraktikkan ilmunya dan menjadi fisioterapis pertama yang bergabung dengan klub basket profesional CLS Knights Surabaya.

Fisioterapis Asep Azis. (Dok: Istimewa)

Pada 2012, Asep mendirikan Physiopreneur Sport Physiotherapy, yang kemudian dikelola secara profesional di bawah PT Indo Sehat Fisioterapi di Jakarta sejak 2016.

Menurut Asep, ia mendirikan Sport Physiotherapy karena kecintaannya pada olahraga dan latar belakang pendidikannya. Ia melihat ada banyak orang kebingungan atas penanganan cedera, sehingga banyak yang berkonsultasi kepadanya, baik langsung maupun lewat media sosial. Dari situ, Asep rutin membagikan pengetahuan tentang cedera olahraga, fisioterapi, dan tips kesehatan melalui Twitter, Facebook, dan Instagram, hingga manfaatnya dirasakan di luar kalangan atlet.

Asep lalu membuka layanan physiopreneur di Malang, dan kemudian diikuti lokasi lain seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, dan Makassar. Ia juga pernah menjabat sebagai Project Manager untuk ASIAN GAMES MEDICAL SUPPORT 2018.

Dalam kesehariannya, Asep tidak hanya menangani rehabilitasi cedera olahraga, tetapi juga menawarkan layanan pencegahan cedera, pemulihan (recovery), serta peningkatan performa olahraga.

Selain cedera olahraga seperti ankle sprain atau cedera ligamen lutut (ACL, MCL, PCL, LCL), layanan yang disediakan juga menangani keluhan terkait gaya hidup dan pekerjaan sehari-hari seperti frozen shoulder, lower back pain, tension headache, serta masalah usia seperti osteoarthritis lutut.

Pada tahun 2020, Asep membuka layanan sport science dan body performance bernama KINETICX di Surabaya. Layanan ini fokus pada edukasi pasien mengenai pengukuran gerakan, kekuatan otot, dan power dengan teknologi, sehingga data yang didapat bisa digunakan untuk program rehabilitasi atau peningkatan performa.

Asep mengatakan bahwa kualitas fisioterapis Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan luar negeri, hanya perlu peningkatan kepercayaan diri dan komunikasi supaya pasien termotivasi lebih cepat pulih dari cedera.

Ia optimis jasa rehabilitasi cedera olahraga akan semakin dibutuhkan oleh pelaku olahraga di Indonesia, karena kesadaran masyarakat terhadap pentingnya olahraga meningkat. Namun Asep juga berpesan supaya pelaku olahraga melakukan pemeriksaan rutin sebelum berolahraga, melakukannya secara bertahap sesuai kemampuan, serta memperhatikan aspek pemulihan seperti kualitas tidur, nutrisi, dan manajemen stres.

sumber : https://www.suara.com/lifestyle/2020/12/08/213201/kisah-asep-jadi-fisioterapis-hingga-dikenal-atlet-dan-artis-top

Scroll to Top