Kisah Asep Azis: Fisioterapis Timnas Era Riedl, Indra Sjafri & Shin Tae-yong

16 January 2026 · 3 min read

Performa Timnas Indonesia tidak cuma bergantung pada skill individu pemain maupun kemampuan pelatih meracik taktik. Namun, ada juga orang-orang yang perannya tak kalah krusial — salah satunya adalah fisioterapis. Asep Azis menjadi fisioterapis timnas yang dipercaya tiga pelatih berbeda, yakni Alfred Riedl, Indra Sjafri, dan Shin Tae-yong. Lulusan Universitas Esa Unggul itu bercerita awal mula dirinya dipercaya untuk menangani para pemain Timnas Indonesia.

Semua berawal pada 2014, ketika Timnas Indonesia senior besutan Alfred Riedl melakukan pemusatan latihan (TC) di Sidoarjo, Jawa Timur. Ada sejumlah pemain yang cedera waktu itu, lalu salah seorang pemain merekomendasikan berobat kepada Asep yang memiliki klinik di Surabaya.

Asep menjelaskan bahwa saat itu ia sudah menjalankan layanan terapi di Surabaya dan kebetulan Timnas sedang tidak memiliki fisioterapis. Salah satu pemain, Dedi Hartono, meminta untuk dirawat olehnya. Kondisi Dedi pun membaik. Setelah itu, pemain lain seperti Zulkifli Syukur dan Muhammad Roby ikut ditangani, dan penanggung jawab medis timnas akhirnya merekomendasikan Asep kepada Riedl, sehingga ia diajak untuk bergabung dengan tim di Jakarta dan ikut Piala AFF pertama pada 2014.

Di Piala AFF 2014, Indonesia tergabung di grup bersama Vietnam, Filipina, dan Laos. Sayang tim tak lolos dari babak grup setelah hasil seri 2-2 kontra Vietnam, kalah 0-4 dari Filipina, dan menang 5-1 atas Laos.

Fisioterapis Timnas U-20 Indonesia, Asep Azis saat berkunjung ke kantor kumparan, Jakarta, Rabu (16/10/2024). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Setelah turnamen itu, Asep sempat beberapa kali menangani pertandingan persahabatan sebelum akhirnya Timnas Indonesia terkena sanksi FIFA pada 2015.

Asep baru kembali dipanggil untuk Timnas pada 2017, ketika Indra Sjafri mempercayakan dirinya untuk menangani Timnas U-19 Indonesia di Piala AFF yang digelar di Myanmar. Ia diminta menjaga kondisi fisik pemain macam Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Rafli Mursalim, dan Hanis Sagara. Tim tampil cukup baik, dengan Egy menjadi top skor dengan 8 gol, namun gagal ke final setelah kalah lewat adu penalti dari Thailand di semifinal.

Asep menyebut bahwa skuad Timnas U-19 itu kemudian menjadi bagian dari tim yang menjuarai Piala AFF U-22 2019 di Kamboja.

Fisioterapis Asep Azis sedang membantu pemain Timnas U-20. Foto: Instagram @asepclsfisio

Kemudian, pada 2019, Asep juga dipercaya oleh Shin Tae-yong untuk mengurus Timnas Indonesia semua kelompok umur (senior, U-23, dan U-19). Pada masa ini terjadi pandemi COVID-19, sehingga persiapan tim dilakukan di luar negeri, termasuk di Kroasia dan Turki, dengan persiapan untuk Kualifikasi Piala Dunia dan SEA Games.

Asep terus membantu Timnas senior selama Kualifikasi Piala Asia 2023 hingga Indonesia lolos ke putaran final. Ia kini juga dipercaya bekerja kembali dengan Indra Sjafri di Timnas U-20, termasuk saat skuad tersebut juara Piala AFF U-19 2024 dan berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-20 2025.

Selain itu, Asep juga berada di Timnas U-22 yang berlaga di Asian Games 2022 dan ikut dalam skuad yang meraih medali emas SEA Games 2023.

Timnas U-22 Indonesia merayakan kemenangan usai bertanding melawan Thailand dalam Piala AFF U-22 2019 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

sumber : https://kumparan.com/kumparanbola/kisah-asep-azis-fisioterapis-timnas-era-riedl-indra-sjafri-and-shin-tae-yong-23luB2kWXMC

Scroll to Top